Buku ini menyajikan konsep jurnalistik ekoteologi Islam Nusantara, yang mengintegrasikan ajaran Islam dengan tanggung jawab ekologis, spiritualitas, dan kearifan budaya lokal dalam konteks lingkungan hidup. Dengan fokus pada prinsip tauhid (keesaan Tuhan), buku ini menggali bagaimana nilai-nilai Islam dapat membentuk pendekatan jurnalisme yang beretika, berpihak pada keberlanjutan lingkungan, serta menghargai kearifan lokal yang ada di Indonesia.
Terdiri dari tujuh bab, buku ini membahas pentingnya integrasi tauhid dalam jurnalisme lingkungan, peran Kurikum Berbasis Cinta (KBC) dalam pendidikan ekoteologi Islam, dan bagaimana kearifan lokal Nusantara dapat memperkaya jurnalisme ekoteologi. Selain itu, buku ini juga membahas penerapan prinsip etika Pancasila dalam perspektif ekoteologi, serta bagaimana nilai-nilai Islam seperti ṣidq, amānah, tablīgh, dan fatānah dapat dijadikan pedoman dalam praktik jurnalisme yang bertanggung jawab.
Buku ini juga mengajukan ekoteologi Islam Nusantara sebagai model global dalam komunikasi Islam terkait lingkungan, yang dapat diterapkan dalam diplomasi media internasional dan upaya pelestarian alam secara berkelanjutan. Di akhir buku, ada refleksi dan rekomendasi untuk strategi implementasi dan kebijakan yang mendukung perkembangan jurnalisme ekoteologi Islam di masa depan.
Secara keseluruhan, buku ini bertujuan untuk membangun kesadaran ekologis yang religius dan kontekstual, serta mendorong media untuk tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi juga mengarahkan masyarakat pada tindakan yang lebih bertanggung jawab terhadap alam dan sesama.
| Detail Buku | |
| ISBN | 978-634-7407-64-1 |
| Penulis | Tuan M. Yoserizal Saragih, S.Ag., M. I.Kom. |
| Editor | Weni Yuliani, S. Si., M. M., C. Ed. |
| Penyunting | Rini Julianti, S. Sos |
| Desain Sampul | Fuad Datul Hasanah, S. P |
| Ukuran | A5 |
| Jumlah Halaman | 208 |
| Terbit | 2025 |






Ulasan
Belum ada ulasan.