Di tengah merosotnya ideologi-ideologi besar dan fragmentasi global, The Last Leviathan menegaskan bahwa dunia abad ke-21 tidak lagi digerakkan oleh gagasan, melainkan oleh kapasitas. Kedaulatan kini berarti kemampuan nyata mengendalikan energi, teknologi, data, dan institusi bukan sekadar batas wilayah atau retorika politik.
Buku ini membedah paradoks tata dunia modern: banyak aturan dan lembaga, tetapi tanpa otoritas global yang final. Dalam sistem yang anarkis namun terstruktur, negara harus dirancang ulang lebih adaptif, tangguh, dan strategis. “Leviathan terakhir” ditawarkan sebagai sintesis antara kekuatan dan legitimasi: negara yang kuat, namun tetap terkendali oleh hukum dan akuntabilitas.
Pada akhirnya, seluruh perdebatan tentang geopolitik dan teknologi dikembalikan pada satu pusat normatif: manusia. Buku ini bukan menawarkan utopia, melainkan desain bagaimana membangun kekuasaan yang cukup kuat untuk bertahan, dan cukup adil untuk melindungi martabat warganya.
|
Detail Buku |
|
| ISBN | 978-634-7570-51-2 |
| Penulis | Dr. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si. |
| Editor | Weni Yuliani, S.Si., M.M., C.Ed. |
| Penyunting | Zyakia, Awansyah, S.Sos. |
| Desain Sampul | Ringgalang Alfath Saksaky, S.IP. |
| Ukuran | A5 |
| Jumlah Halaman | 323 |
| Terbit | 2026 |





Ulasan
Belum ada ulasan.