Menangis dan Sedih Ala Rasulullah Air Mata Fitrah Manusia mengajak pembaca mengenal sisi kemanusiaan Rasulullah SAW dalam menghadapi berbagai kesedihan dan kehilangan. Sejak menjadi yatim, kehilangan ibu dan kakek, menghadapi penolakan dakwah, merasakan kerinduan terhadap kampung halaman, hingga kehilangan orang-orang yang dicintai, Rasulullah menunjukkan bahwa menangis dan bersedih merupakan bagian dari fitrah manusia. Air mata beliau tidak menjadi tanda kelemahan, tetapi menjadi ungkapan kasih sayang, empati, kesabaran, dan ketundukan kepada Allah SWT. Buku ini juga menguraikan kesedihan Rasulullah ketika menyaksikan penderitaan umat, merenungkan azab Allah, serta merasakan kerinduan dan cinta yang mendalam kepada Allah SWT.
Melalui perpaduan kisah sirah, nilai-nilai Al-Qur’an, serta perspektif psikologi modern, buku ini menghadirkan pelajaran tentang cara menghadapi kesedihan secara sehat dan bermartabat. Pembaca diajak memahami bahwa kesedihan tidak harus berujung pada keputusasaan, tetapi dapat menjadi jalan untuk menemukan makna, memperkuat keimanan, menumbuhkan empati, dan mendekatkan diri kepada Allah. Dari setiap air mata Rasulullah, tersimpan keteladanan tentang kesabaran, kasih sayang, pengharapan, dan cinta. Buku ini menjadi bacaan yang mengajak kita memandang kesedihan bukan semata sebagai luka, melainkan sebagai bagian dari perjalanan hati menuju keteguhan iman dan kedekatan kepada Allah SWT.
|
Detail Buku |
|
| ISBN | |
| Penulis | Hasan Ashari |
| Editor | Weni Yuliani, S.Si., M.M., C.Ed. |
| Penyunting | Risa Juita, S.E. |
| Desain Sampul | Ringgalang Alfath Saksaky, S.IP. |
| Ukuran | A5 |
| Jumlah Halaman | 229 |
| Terbit | 2026 |


Ulasan
Belum ada ulasan.