Buku Transformasi Green Port Indonesia: Model Tata Kelola Pelabuhan Berkelanjutan dan Berdaya Saing membahas perubahan paradigma pengelolaan pelabuhan dari orientasi konvensional menuju sistem kepelabuhanan yang mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan, efisiensi operasional, inovasi teknologi, tata kelola, dan daya saing. Pelabuhan dipandang tidak hanya sebagai simpul transportasi dan logistik, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem ekonomi, energi, industri, dan konektivitas yang memiliki peran strategis dalam menghadapi perubahan iklim dan tuntutan dekarbonisasi sektor maritim. Pembahasan mencakup konsep Green Port, karakteristik pelabuhan hijau, efisiensi energi, energi terbarukan, pengendalian emisi dan pencemaran, pengelolaan limbah, digitalisasi, serta keterkaitan antara keberlanjutan dan daya saing pelabuhan.
Pembahasan selanjutnya diarahkan pada aspek kebijakan dan tata kelola, manajemen perubahan, kepemimpinan strategis, kesiapan organisasi, green innovation, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung transformasi pelabuhan. Buku ini juga menggambarkan kondisi transformasi Green Port di Indonesia melalui pembahasan mengenai tingkat kesiapan pelabuhan, faktor internal dan eksternal, serta berbagai hambatan dalam penerapan kebijakan. Berdasarkan pembahasan tersebut, transformasi Green Port diposisikan sebagai proses yang membutuhkan keterpaduan antara kepemimpinan, sumber daya manusia, teknologi, infrastruktur, pembiayaan, regulasi, komitmen organisasi, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Buku ini kemudian mengembangkan model transformasi yang meliputi komitmen strategis, penilaian kesiapan, perencanaan, penguatan tata kelola, penerapan inovasi hijau, kolaborasi, pemantauan, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan.
Pada bagian akhir, buku ini mengarahkan pembahasan pada roadmap transformasi Green Port Indonesia melalui tahapan jangka pendek, menengah, dan panjang, disertai penguatan sumber daya manusia, organisasi, pembiayaan, teknologi, infrastruktur, serta sistem pemantauan dan evaluasi. Berbagai risiko dan hambatan, seperti regulasi, pendanaan, teknologi, sumber daya manusia, resistensi organisasi, dan koordinasi pemangku kepentingan, turut ditempatkan sebagai bagian dari proses transformasi. Arah masa depan kepelabuhanan kemudian dikaitkan dengan dekarbonisasi sektor maritim, digitalisasi, energi bersih, green shipping, ESG, net zero emission, serta pembangunan ekosistem pelabuhan hijau nasional. Buku ini dapat menjadi rujukan bagi mahasiswa, akademisi, pengelola pelabuhan, praktisi, regulator, dan pengambil kebijakan dalam memahami arah pengembangan pelabuhan Indonesia yang berkelanjutan, adaptif, rendah karbon, dan berdaya saing.
|
Detail Buku |
|
| ISBN | |
| Penulis | Taufik Akbar, S.Hum., M.M.Tr. Prof. Dr. Dedi Purwana, E.S., M.Bus. Dr. Herlitah, S.Sos., M.Ec.Dev. Dr. Capt. Budi Mantoro, M.Si., M.Mar. Dr. Winarno, S.ST., M.H. |
| Editor | Weni Yuliani, S.Si., M.M., C.Ed. |
| Penyunting | Risa Juita, S.E. |
| Desain Sampul | Ringgalang Alfath Saksaky, S.IP. |
| Ukuran | A5 |
| Jumlah Halaman | 302 |
| Terbit | 2026 |






Ulasan
Belum ada ulasan.