Di balik hijaunya perbukitan dan hangatnya keramahan masyarakat Massenrempulu, tersimpan kisah tentang mimpi besar yang tumbuh dari tanah sendiri kisah tentang swasembada yang lahir bukan dari kemewahan, tapi dari keyakinan dan budaya. Buku ini menuturkan bagaimana Enrekang merintis jalannya menuju kemandirian pangan, energi, dan air dengan cara yang sangat khas: berpegang pada jati diri, bahasa, dan kearifan lokal.
Dari ladang-ladang padi Pulu’ Mandoti yang menguning saat panen, hingga semangat petani kopi arabika di kaki gunung Latimojong, semua menjadi bagian dari narasi pembangunan yang tidak melupakan akar. Di sisi lain, hadirnya energi mikrohidro dan panel surya di pelosok desa bukan sekadar teknologi itu adalah simbol harapan bahwa daerah pun mampu berdiri di atas kaki sendiri, tanpa meninggalkan nilai-nilai yang diwariskan leluhur.
“Cerita Swasembada dari Hati Massenrempulu” adalah cermin perjuangan masyarakat Enrekang yang tak hanya membangun infrastruktur, tapi juga membangun jiwa. Buku ini bukan sekadar bacaan, tapi ajakan bagi siapa pun yang percaya bahwa kemajuan tidak selalu datang dari luar, melainkan bisa tumbuh dari hati yang mencintai tanah kelahirannya.
|
Detail Buku |
|
| ISBN | 978-623-10-9007-2 |
| Penulis | Prof. Dr. Hanna, M.Pd.
Ir. Yulian Arpianto, M.M., I.P.U., ASEAN Eng. |
| Editor | Weni Yuliani, S.Si., M.M., C.Ed |
| Penyunting | Eka Yeyen Nuraini, S.S |
| Desain Sampul | Septia Fakhira Risti, S.Ds |
| Ukuran | A5 |
| Jumlah Halaman | 168 |
| Tahun Terbit | 2025 |






Ulasan
Belum ada ulasan.