MATEMATIKA BARU MULTIPLIKASI GEREJA (Agenda Strategis Eklesiologi Urban Indonesia 2026–2035)

Rp140.000

- +

Matematika Baru Multiplikasi Gereja: Agenda Strategis Eklesiologi Urban Indonesia 2026–2035 membahas panggilan gereja untuk menghadirkan kesaksian Kristus secara relevan di tengah perubahan kehidupan perkotaan yang semakin kompleks. Buku ini mengajak pembaca memahami bahwa pertumbuhan gereja tidak hanya berbicara tentang penambahan jumlah jemaat, tetapi juga tentang pelipatgandaan murid, lahirnya komunitas-komunitas iman baru, serta berkembangnya gereja yang mampu menjangkau lingkungan sekitarnya secara berkelanjutan. Melalui pembahasan mengenai dasar biblika, gerakan pemuridan, kepemimpinan yang memperlengkapi, dan dinamika kehidupan urban, buku ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai peran gereja dalam menjalankan Amanat Agung pada konteks kota-kota Indonesia masa kini.

Buku ini juga menguraikan berbagai strategi praktis yang dapat diterapkan dalam pelayanan dan perintisan gereja kota, mulai dari pembentukan tim perintis, pengembangan komunitas baru, hingga penguatan keberlanjutan pelayanan. Pembahasan mengenai perubahan sosial pascapandemi, tantangan kehidupan urban, serta kebutuhan akan gereja yang adaptif dan misioner menjadikan buku ini relevan bagi para pemimpin gereja, pendeta, mahasiswa teologi, pelayan gereja, dan setiap orang yang memiliki kerinduan untuk melihat gereja bertumbuh dan bermultiplikasi. Dengan pendekatan yang memadukan refleksi teologis dan praktik pelayanan, buku ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi dalam membangun gerakan gereja yang berdampak bagi masyarakat dan generasi mendatang.

 

Detail Buku

ISBN
Penulis Dr. Drs. Markus Adelbert Simanjuntak, M.Th.
Editor Weni Yuliani, S.Si., M.M., C.Ed.
Penyunting Jihan Aisyah Putri, A.Md
Desain Sampul Ringgalang Alfath Saksaky, S.IP.
Ukuran A5
Jumlah Halaman 373
Terbit 2026

 

 

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “MATEMATIKA BARU MULTIPLIKASI GEREJA (Agenda Strategis Eklesiologi Urban Indonesia 2026–2035)”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top