Buku “Relevansi Radioaktivitas dalam Bioteknologi Modern” mengulas secara menarik bagaimana radioaktivitas, khususnya pemanfaatan radioisotop dan radiotracer, memiliki peran penting dalam perkembangan bioteknologi modern. Pembahasan dimulai dari konsep dasar radioaktivitas, jenis radiasi, waktu paruh, hingga interaksi radiasi dengan sistem biologis. Buku ini kemudian membawa pembaca memahami bagaimana radioisotop digunakan dalam biologi molekuler, seperti pelabelan DNA, RNA, dan protein, autoradiografi, serta Radioimmunoassay (RIA), yang berperan besar dalam penelitian genetik, analisis ekspresi gen, dan deteksi zat biologis secara sangat sensitif. Dengan bahasa ilmiah yang runtut, buku ini menunjukkan bahwa radioaktivitas bukan hanya bagian dari ilmu fisika nuklir, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membaca, melacak, dan memahami proses kehidupan pada tingkat molekuler.
Buku ini membahas kontribusi radioisotop dalam era OMICS dan gene editing, termasuk genomik, proteomik, metabolomik, teknologi CRISPR, pengembangan obat, vaksin, diagnostik, terapi medis, pertanian, hingga pemantauan lingkungan. Tidak hanya menonjolkan keunggulannya, buku ini juga mengajak pembaca melihat sisi kritis penggunaan radioisotop, terutama terkait aspek keselamatan, risiko radiasi, etika, regulasi, serta perbandingannya dengan teknologi non-radioaktif seperti fluoresensi dan biosensor. Dengan cakupan yang luas dan relevan, buku ini menjadi bacaan penting bagi mahasiswa, peneliti, dan pembaca yang ingin memahami bagaimana radioaktivitas tetap memiliki posisi strategis dalam mendorong inovasi bioteknologi masa kini dan masa depan.
|
Detail Buku |
|
| ISBN | |
| Penulis | Egar Aldiyaksa Akbar, S.Pd., Gr. Paramita Kurnia Ayningtyas, S.Pd. Prof. Dr. Munasir, M.Si. |
| Editor | Weni Yuliani, S.Si., M.M, C.Ed |
| Penyunting | Bella Oktavia, S.Si |
| Desain Sampul | Ringgalang Alfath Saksaky, S.IP. |
| Ukuran | A5 |
| Jumlah Halaman | 172 |
| Terbit | 2026 |



Ulasan
Belum ada ulasan.