Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara pemerintah dan masyarakat berkomunikasi. Informasi publik kini dapat disampaikan dengan cepat melalui berbagai kanal digital, pengaduan masyarakat dapat dilakukan secara daring, data dapat dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan, dan layanan publik semakin terhubung. Namun, kota cerdas tidak cukup dibangun melalui kecanggihan teknologi dan integrasi data. Komunikasi publik juga perlu mampu mendengar, memahami, merespons, dan membangun hubungan yang menghasilkan kepercayaan serta nilai publik. Buku Smart Public Communication Kota Solo Berbasis SEMAR: Integrasi Teknologi Digital dan Nilai Budaya Jawa dalam Komunikasi Publik membahas kebutuhan tersebut dengan menempatkan komunikasi sebagai bagian penting dalam ekosistem kota cerdas.
Kota Solo menjadi ruang penting dalam pembahasan karena memiliki perkembangan digital yang berjalan berdampingan dengan identitas budaya Jawa yang kuat. Buku ini mempertemukan teknologi digital, data, pemerintah, masyarakat, komunikasi, etika, dan budaya melalui gagasan Smart Public Communication. Kerangka tersebut diperdalam melalui SEMAR sebagai orientasi nilai yang bersumber dari karakter budaya Jawa. SEMAR tidak ditempatkan sekadar sebagai simbol budaya, tetapi sebagai landasan untuk membangun komunikasi publik yang manusiawi, dialogis, responsif, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Nilai penghormatan, empati, musyawarah, gotong royong, kesesuaian konteks, dan kerendahan hati menjadi bagian dari upaya menjaga agar perkembangan teknologi tetap memperhatikan manusia dan lingkungan sosial budayanya.
Buku ini disusun dalam sebelas bab yang menguraikan perjalanan pemikiran dari perubahan komunikasi publik di era kota cerdas, konsep Smart Public Communication, karakter Solo sebagai kota budaya dan digital, nilai budaya Jawa, serta pemaknaan SEMAR, hingga pembahasan temuan lapangan, model komunikasi publik, kerangka normatif, implementasi, dan arah pengembangannya. Pembahasan tersebut memperlihatkan bahwa teknologi dapat menjadi sarana untuk memperkuat hubungan pemerintah dan masyarakat tanpa menghilangkan karakter sosial serta budaya yang hidup di tengah masyarakat. Buku ini dapat menjadi bahan bacaan bagi akademisi, mahasiswa, pemerintah daerah, praktisi komunikasi, pemerhati kebudayaan, komunitas, dan pembaca yang ingin memahami hubungan antara teknologi digital, komunikasi publik, serta nilai budaya dalam pembangunan kota cerdas.
|
Detail Buku |
|
| ISBN | |
| Penulis | Haryo Kusumo Aji, S.I.Kom., M.I.Kom. |
| Editor | Andika Drajat Murdani, S.IP., M.A. |
| Penyunting | Risa Juita, S.E. |
| Desain Sampul | Ringgalang Alfath Saksaky, S.IP. |
| Ukuran | A5 |
| Jumlah Halaman | 279 |
| Terbit | 2026 |






Ulasan
Belum ada ulasan.